BKSDA kembangkan wisata alam PKG Seblat

Seorang turis asal Selandia Baru, Murray Munro memberi susu pada anak gajah bernama Bona yang dirawat BKSDA Bengkuluh. (FOTO ANTARA Bengkulu/Helti)

.....Tahun ini ada kegiatan pemugaran `rung` atau tempat melatih gajah dan perbaikan sejumlah tempat penginapan untuk mendukung PKG Seblat sebagai salah satu tujuan ekowisata....
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengembangkan potensi Taman Wisata Alam Pusat Konservasi Gajah Seblat Kabupaten Bengkulu sebagai salah satu kawasan ekowisata.

"Tahun ini ada kegiatan pemugaran `rung` atau tempat melatih gajah dan perbaikan sejumlah tempat penginapan untuk mendukung PKG Seblat sebagai salah satu tujuan ekowisata," kata Koordinator Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat Erni Suyanti Musabine di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan kawasan seluas lebih 7.000 hektare itu memiliki potensi sumberdaya alam keanekaragaman flora fauna yang tinggi, bentang alam yang indah dari sebagian ekosistem asli hutan hujan dataran rendah yang masih tersisa di Provinsi Bengkulu.

Kawasan ini juga berfungsi sebagai perlindungan habitat gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrae) dan sangat berpotensi bagi pengembangan ekowisata.

"Kami sedang membenahi internal, termasuk menyediakan informasi selengkap-lengkapnya tentang kawasan ini dan akan menjalin kerja sama dengan biro perjalanan wisata," tambahnya.

Potensi Taman Wisata Alam (TWA) PKG Seblat sebagai objek wisata alam diharapkan akan mengubah persepsi masyarakat yang menganggap keberadaan hutan sebagai penghalang pembangunan.

Selain habitat gajah liar, kawasan itu juga merupakan "rumah" bagi flora dan fauna dilindungi lainnya antara lain harimau Sumatra (Phantera tigris sumatrae) dan tanaman langka Rafflesia arnodii.

Sejumlah penelitian tentang hasil identifikasi kekayaan jenis flora dan fauna, lanskap dan objek wisata lainnya sebagai potensi atraksi wisata pada jalur patroli hutan yang terpilih untuk jalur wisata.

Sebelumnya Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Bengkulu memilih potensi ekowisata di antaranya PKG Seblat sebagai habitat gajah sumatera untuk dikenalkan dalam promosi wisata di Jerman, selain keunikan flora raflesia arnoldii.

"Kami memilih habitat flora dan fauna langka dunia yang masih dapat ditemui di hutan tropis Sumatera, yakni habitat gajah dan bunga raflesia," kata Ketua ASITA Provinsi Bengkulu Kurnia Lesandri Adnan.

Ia mengatakan kawasan PKG Seblat juga terhubung langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang saat ini belum tersentuh.

"Habitat gajah di PLG Seblat Bengkulu Utara yang berada di zona penyangga TNKS sangat potensial untuk menggaet turis mancanegara," katanya.

Menurut dia, keunikan flora fauna yang tumbuh alami di hutan tropis Sumatera, termasuk Bengkulu sangat potensial menarik wisatawan mancanegara ke daerah ini.

"Tapi perlu pemetaan pola perjalanan wisata yang disesuaikan dengan masa mekarnya bunga langka itu, sehingga tidak mengecewakan wisatawan," katanya.(rni)

Editor: Usmin
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar