Pada babak kedua,
Jerman tetap mendominasi serangan. Bola-bola "Der Panzer" kebanyakan
datang dari sisi kiri pertahanan Italia di mana Jerome Boateng banyak
melakukan penetrasi.
Namun, serangan-serangan ini jarang sekali
berbuah tendangan ke arah gawang Italia karena kebanyakan umpan-umpan
Jerman selalu terlebih dahulu membentur bek-bek Italia.
Salah
satu kesempatan terbaik "Der Panzer" datang pada menit 60 saat
mendapatkan tendangan bebas dari posisi yang sangat menguntungkan depan
kotak penalti Italia. Sayang, tendangan keras Marco Reus masih bisa
diselamatkan Gianluigi Buffon dengan kedua tangannya.
Menit 80 giliran Toni Kross melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun arahnya masih jauh ke atas gawang Italia.
Lalu Klose pada menit 90 hampir mencetak gol dari kemelut di gawang Buffon. Lagi-lagi Jerman gagal.
Italia
yang diserang habis-habisan kembali melakukan serangan balik pada menit
65. Kerjasama Diamanti dan Marchisio hampir saja menambah keunggulan
Italia. Sayangnya tendangan Marchisio melebar di sisi kiri gawang
Jerman.
Lagi-lagi Marchisio membahayakan gawang Jerman. Lewat
serangan balik pada menit 75, dia melepaskan tendangan yang masih
melebar di sisi kanan gawang Manuel Neuer.
Pada menit 81,
serangan datang kembali lewat Di Natale. Meski sudah berhadapan satu
lawan satu dengan kiper, namun penyerang pengganti ini gagal
menjaringkan bola.
Satu menit kemudian, Balzaretti berhasil mencetak gol ke gawang Jerman, namun dianulir wasit karena offside.
Pelatih
Jerman, Joachim Loew melakukan dua pergantian di babak kedua. Marco
Reus masuk menggantikan Lukas Podolski, dan Miroslav Klose bermain
menggantikan Mario Gomez.
Pada menit 70, Jerome Boateng digantikan Thomas Muller. Jatah tiga pergantian telah dimanfaatkan seluruhnya oleh Jerman.
Sementara
Cesare Prandelli, baru mengganti Antonio Cassano dengan Alessandro
Diamanti pada menit 57. Lalu pada menit 62 Montolivo digantikan oleh
Thiago Motta.
Italia pun menghabiskan jatah pergantian pemainnya,
dengan mengistirahatkan "Super Mario" Balotelli pada menit 69 dengan
memasukkan Antonio Di Natale.
Bermula dari tiba-tiba jatuh karena keram, Prandelli kemudian menarik Bolatelli untuk menukarnya dengan Antonio Di Natale.
Menurut
ESPN, Balotelli tampak memprotes penggantian ini. "Dia tidak suka
(ditarik) kendati Prandelii menjelaskan alasan di balik penggantiannya
ini," tulis ESPN.
Jerman unggul dalam penguasaan
bola dengan 54 persen, tendangan ke arah gawang juga mereka unggul
dengan 15 kali, sedangkan Italia 10 kali tendangan.
Pada final Piala Eropa 2012 Italia akan bertemu dengan Spanyol pada 1 Juli.
Kedua tim sedang
berburu rekor. Spanyol mengincar rekor sebagai tim pertama yang menjadi
juara bertahan berturut-turut sekaligus menyandingkannya dengan trofi
Piala Dunia, sedangkan Italia ingin menciptakan rekor dua kali menjadi
juara Eropa.
ESPN mengakhiri laporannya dengan
pertanyaan berikut, "Bisakah Spanyol memenangi tiga turnamen besar
berturut-turut lalu menciptakan sejarah? Atau bisakah Italia bercermin
dari Piala Dunia 2006 saat mereka mencapai sukses di tengah belitan
skandal pengaturan skor permainan di liga domestiknya?". (ANT)