Pulau Tikus terancam hilang

Tingginya laju abrasi terus mengikis daratan Pulau Tikus, Sabtu (28/7). Luas daratan menyusut dari dua hektare menjadi 0,85 hektare. (FOTO ANTARA Bengkulu/Helti)

......Data di Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, luas daratan pulau ini dua hektare, tapi saat ini tinggal 0,85 hektare.....
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Tingginya laju abrasi pantai barat mengakibatkan Pulau Tikus, 10 mil dari Kota Bengkulu, terus menyusut bahkan terancam hilang.

"Data di Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, luas daratan pulau ini dua hektare, tapi saat ini tinggal 0,85 hektare," kata penjaga mercusuar atau sarana bantu navigasi Pulau Tikus, Kusnadi saat ditemui di Pulau Tikus, Senin.

Akibat abrasi di sebelah timur pulau, luas daratan saat ini hanya tinggal 8.500 meter persegi. Pengamatan di pulau yang menjadi tempat persinggahan dan tempat berteduh para nelayan saat badai itu, abrasi sudah menumbangkan puluhan pohon kelapa dan ketaping.

Kusnadi mengatakan sejumlah bangunan di sisi timur pulau juga telah ambruk akibat abrasi laut. "Dulunya ada lima bangunan penjaga mercusuar, tapi sekarang tinggal dua," tambahnya. Menara mercusuar juga sudah lebih dari dua kali berpindah tempat akibat abrasi laut itu.

Menurutnya, pembangunan pemecah ombak sangat dibutuhkan untuk mempertahankan pulau tersebut.
Usulan pembangunan pemecah gelombang kata dia sudah pernah dilakukan namun alokasi dana yang tersedia diarahkan untuk memindahkan menara mercusuar karena lebih mendesak.

"Kami harapkan pemerintah daerah bisa memberikan perhatian terhadap pulau ini karena posisinya sangat strategis," katanya. Selain menjadi tempat berteduh kapal-kapal nelayan tradisional untuk menghindari badai, perairan pulau itu juga menjadi tempat mencari ikan.

Wisata bahari tidak kalah menarik karena terumbu karang Pulau Tikus seluas 200 hektare menyimpan pesona wisata bawah laut. Thomas Orari, pengelola biro wisata PT Surya Pesona Jaya yang mulai mengenalkan Pulau Tikus kepada wisatawan mengharapkan pemerintah daerah mengambil peran untuk menyelamatkan Pulau Tikus.

"Jaraknya dapat ditempuh dalam 40 menit dengan kapal nelayan, sangat potensial untuk pengembangan wisata bahari, tapi terancam menyusut dan hilang akibat abrasi," katanya. Sebelumnya Direktur Lembaga Pemberdayan dan Pelayanan Masyarakat Pesisir, Edi Prihantono mengatakan tingginya erosi dan abrasi Pulau Tikus tidak terlepas dari kerusakan terumbu karang yang menopang pulau tersebut.

"Sebab salah satu fungsi terumbu karang adalah menahan laju arus dan gelombang yang menerpa daratan pulau," katanya.Edi menambahkan tidak berfungsinya terumbu karang Pulau Tikus sangat berbahaya bagi pantai Kota Bengkulu. Sebab ia meyakini terumbu karang Pulau Tikus berperan penting meredam gelombang laut akibat gempa bumi yang melanda Bengkulu pada 200 dengan kekuatan 7,3 pada skala Richter dan pada 2007 dengan kekuatan 7,9 SR.(rni)

Editor: Rangga
COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Kirim Komentar