Abrasi jalinbar di Bengkulu dipasang tanggul
Jumat, 10 Agustus 2012 20:24 WIB
Tingginya laju abrasi terus mengikis daratan Pulau Tikus, Sabtu (28/7). Luas daratan menyusut dari dua hektare menjadi 0,85 hektare. (FOTO ANTARA Bengkulu/Helti)
..."Kita mempriotitaskan perbaikan pada poros jalan abrasi karena akan mengganggu arus musik lebaran, sedangkan poros jalan lainnya sudah kondisi mantap,"...
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Abrasi laut yang menggerus jalan lintas Barat di Desa Serangai, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu,tengah dipasang tanggul pengaman dan pelapis tebing.
Pengerjaan pemasangan tanggul itu akan rampung sebelum H-7 lebaran, sehingga berbagai arus mudik akan lancar, kata Satker jalan nasional poros Utara Bengkulu Bambang Eko, Jumat.
Ia mengatakan, jalan nasional di serangai itu nyaris terputus akibat digerus abrasi laut dari lebaran badan jalan enam tinggi tersisa satu meter dan membahayakan kendaraan umum.
"Kita mempriotitaskan perbaikan pada poros jalan abrasi karena akan mengganggu arus musik lebaran, sedangkan poros jalan lainnya sudah kondisi mantap," ujarnya.
Pengerjaan jalan nasional Bengkulu-Mukomuko batas sumbar saat ini sudah kondisi mantap dan hambatan hanya pada poros serangai dan Desa Urai di Kecamatan Batik Nau, Bengkulu Utara.
Jalan tersebut, kata dia, eks jalan nasional dan akan dikelolal PU Provinsi Bengkulu, sedangkan jalan nasional dialihkan sejak tahun lalu melalui Bintunan-D1 Katahun.
Namun poros jalan itu setiap hari sangat padat dilintasi kendaraan umum termasuk menjelang lebaran, maka dipritotaskan untuk direhabilitasi.
Sedangkan poros jalan Bintunan-D1 Ketahun masih dalam perbaikan karena masih banyak tanajakan tinggi yang menyulitkan kendaraan umum.
Bila poros jalan Bintunan-D1 Ketahun sudah 100 persen mantap, maka arus lalu lintas kendaraan besar dialihkan seluruhnya ke jalan tersebut.
Sedangkan kendaraan pribadi dan kendaraan kecil tetap diperbolehkan melintas jalan serangai karena melintasi sepanjang pantai, katanya.
Kapolres Bengkulu utara AKBP Asep Teddy Nurransyah mengatakan, meskipun poros jalan nasional Serangai dalam kodisi baik, pihaknya tetap mendirikan pos terpadu.
Daerah itu terdapat beberapa tikungan tajam sebelum nejelang wilayah abrasi, maka sangat rawan akan kecelakaan dan tidak kriminal.
"Kita akan mendirikan pos terpadu mulai H-7 hingga H+7 lebaran, demi kenyamanan masyarakat yang melintas di wilayah itu,' ujarnya.(Z005)
Editor: Ferri Aryanto
COPYRIGHT © 2013