Penerbangan di Jambi terganggu asap tebal
Jumat, 10 Agustus 2012 22:20 WIB
Garuda Indonesia (ANTARA News)
.....Asap di Jambi sangat tebal, dua pendaratan di Jambi terpaksa dialihkan ke Palembang (Sumatra Selatan) sejak Selasa (7/8) hingga hari ini.....
Berita Terkait
Jambi (ANTARA Bengkulu) - Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha di provinsi Jambi mulai terganggu
asap tebal, kata Manajer Operasional Syaifuddin, Jambi, Alzog, Jumat.
"Asap di Jambi sangat tebal, dua pendaratan di Jambi terpaksa dialihkan ke Palembang (Sumatra Selatan) sejak
Selasa (7/8) hingga hari ini," ujar Alzog. Ia menjelaskan, jarak pandang sejak Selasa (7/8) hanya berkisar antara 300-500 meter. Sementara, jarak pandang untuk keselamatan pendaratan pesawat harus diatas 2.000 meter.
Gangguan asap itu kata dia, biasa terjadi saat pagi hari antara pukul 07.00-09.00 WIB, sehingga dua kali
pendaratan terpaksa dialihkan ke Palembang, Sumatra Selatan, untuk kemudian ditunda selama satu hingga dua jam.
Dia tidak berani memprediksi sampai kapan aktifitas penerbangan di Jambi bisa kembali normal karena sekarang memasuki musim kemarau.
Sumber dari Dinas Kehutanan setempat menyebutkan, hingga hari ini terdapat tiga titik api di Provinsi Jambi yakni berlokasi di Kabupaten Tebo dan Batanghari. "Meski sudah lama tidak hujan, jumlah titik api di Provinsi Jambi fluktuatif. Kadang banyak, tapi kadang juga sedikit, seperti hari ini," ujarnya.
Ia menyebutkan, sejak Januari-Juli 2012 tercatat ada 1.350 titik api di Provinsi Jambi. Dari jumlah tersebut
paling banyak terdapat di Kabupaten Tebo dan Batanghari.
"Untuk mengantisipasi hal ini, kami juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Apalagi, kondisi kemarau dikhawatirkan bisa memicu kebakaran lahan/hutan sehingga menimbulkan kabut asap," jelasnya.
Prakirawan di Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Kurnianingsih mengatakan, Agustus 2012 merupakan puncak kemarau di Jambi. Kondisi kemarau itu terjadi sejak awal Juni hingga akhir September 2012. Diperkirakan, musim hujan akan terjadi pada pertengahan Oktober 2012.
"Dalam satu minggu ini diprediksi tidak akan terjadi hujan turun. Akibat kondisi ini, terjadi cuaca panas
yang bisa menimbulkan titik api," katanya.(ant)
Editor: Zulkifli Lubis
COPYRIGHT © 2013